Berikut artikel tentang berita terkini otomotif Ferrari:

Ferrari baru-baru ini meluncurkan model flagship baru yang sangat ikonik: 849 Testarossa, sebuah supercar plug-in hybrid dengan tenaga hingga 1.050 HP, terinspirasi dari Ferrari Testarossa era 1980-an. Model ini akan menggantikan SF90 Stradale dan hadir dalam versi coupe dan spider, dengan kecepatan puncak lebih dari 330 km/jam.

Namun, transisi Ferrari ke era listrik ternyata tidak tanpa tantangan. Perusahaan baru-baru ini menurunkan target produksi mobil listrik (EV) menjadi 20% dari total model pada tahun 2030, turun jauh dari target sebelumnya sebesar 40%. Langkah ini mencerminkan kehati-hatian Ferrari dalam beradaptasi dengan pasar EV sambil tetap menjaga warisan mobil bensinnya.

Sebagai bagian dari strategi elektrifikasi, Ferrari akan memperkenalkan mobil listrik pertamanya pada Oktober 2025, dan versi produksi EV dijadwalkan tiba pada tahun 2026. Mobil ini diperkirakan memiliki dua motor listrik, output tinggi, dan jangkauan cukup jauh berkat baterai 122 kWh.

Dalam hal pengujian dan R&D, Ferrari juga membuka fasilitas uji baru di markasnya di Maranello, yaitu sirkuit “e-Vortex” sepanjang 1,17 mil. Jalur tes ini dirancang untuk melakukan uji coba mendalam pada NVH (noise, getaran, dan kekasaran), handling, dan keandalan — menjadi bagian dari persiapan Ferrari menghadapi era mobil listrik dan hibrida.

Berikut artikel mengenai perkembangan terbaru di dunia otomotif yang melibatkan BYD Auto Co., Ltd. (sering disebut BYD):

Perusahaan BYD mencatat pencapaian keuangan yang sangat mengesankan untuk tahun 2024. BYD melaporkan pendapatan sebesar 777,1 miliar yuan (~US$107 miliar), naik sekitar 40 % dibandingkan tahun sebelumnya, dan telah melampaui pendapatan dari Tesla, Inc. yang dilaporkan sekitar US$97,7 miliar. Keuntungan bersih BYD juga meningkat, menunjukkan bahwa strategi ekspansi dan penetrasi pasar domestik serta internasional mereka berjalan efektif.

Di pasar Eropa, BYD juga berhasil mencetak momentum penting: untuk pertama kalinya, pada April 2025 BYD mencatat penjualan kendaraan listrik murni di Eropa lebih banyak dari Tesla — yakni sebanyak 7.231 unit dibandingkan Tesla 7.165 unit. Ini menunjukkan bahwa merek asal China ini semakin kuat dalam persaingan global, dengan lini produk yang beragam serta harga yang lebih kompetitif dibanding banyak pesaing.

Namun, tidak semua berita untuk BYD berjalan mulus tanpa tantangan. Baru-baru ini mereka mengumumkan bahwa target penjualan global untuk tahun 2025 telah dipangkas menjadi sekitar 4,6 juta kendaraan, turun sekitar 16 % dari target sebelumnya. Alasan yang disebutkan termasuk melemahnya pertumbuhan di pasar domestik China, meningkatnya persaingan dari produsen lain, serta tekanan ekonomi yang lebih luas—menunjukkan bahwa meskipun BYD telah tumbuh cepat, mereka kini menghadapi fase di mana pertumbuhan harus lebih terkelola.

Di sisi ekspansi global, BYD juga mengambil langkah strategis dengan membangun fasilitas perakitan di luar China, salah satunya di Kamboja. Di kawasan Zona Ekonomi Khusus Sihanoukville, BYD mulai pembangunan pabrik perakitan dengan Kapasitas awal sekitar 10.000 kendaraan per tahun. Langkah ini sejalan dengan strategi BYD untuk mengurangi ketergantungan ekspor penuh dari China, memanfaatkan kerjasama regional serta infrastruktur lokal untuk masuk pasar Asia Tenggara lebih dalam.


Jika Anda tertarik, saya bisa cari artikel terbaru khusus untuk pasar Indonesia atau Asia Tenggara tentang BYD—misalnya model-yang akan diluncurkan, strategi lokal, atau persaingan dengan merek lokal. Mau saya cari?

Perlukah Aki Mobil Melepas Saat Tak Dipakai Lama? Begini Cara Melepas Aki Mobil

Maraknya kasus Covid-19 membuat pemerintah memutuskan untuk menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat. Kondisi ini pun berdampak pada kebijakan perusahaan untuk memberlakukan kerja dari rumah atau work from home (WFH).

Dikarenakan masyarakat bekerja dari rumah intensitas penggunaan kendaraan menjadi lebih berkurang dibandingkan sebelumnya. Tentunya mobil akan lebih banyak berada di garasi selama penerapan WFH dan PPKM.

Ketika mobil jarang digunakan tentunya membuat aki mobil menjadi mudah tekor atau soak. Seperti diketahui, meski mobil tidak digunakan aki mobil tetap mengalirkan arus listrik ke sejumlah komponen. Siklus pengisian ulang yang biasa terjadi saat mesin hidup atau ketika berjalan, karena itu mobil dianjurkan dipanaskan tiap hari untuk mengecas aki.

Tapi akan lebih baik jika mobil dibawa jalan di sekitar rumah selama 10 sampai 15 menit. Pasalnya untuk pengisian daya ke aki tetap maksimal harus dijaga di putaran mesin 1.500 rpm. Agar maksimal.

Jika mobil dikatakan nganggur untuk waktu yang cukup lama, lebih baik aki mobil dilepas atau dicopot untuk menjaga aki mobil lebih awet. Berikut cara untuk melepas aki mobil :

Lepaskan Bagian Kutub Negatif Terlebih Dahulu

Mengapa melepaskan kutub negatif terlebih dahulu? Tentu saja agar tidak ada hubungan arus pendek yang berbahaya untuk aki dan juga sistem mesin mobil Anda. Anda bisa mulai melepaskan kabel, baut, dan juga klem pada bagian kutub negatif. 

Lepaskan Bagian Kutub Positif

Jika selesai melepaskan bagian kutub negatif , selanjutnya melepaskan bagian kutub postif. Cara melepaskannya masih sama dengan bagian kutub negatif seperti melepaskan kabel, baut dan klem.

Angkat Aki Dari Mobil

Setelah melepaskan bagian-bagian kutub negatif dan kutub positif, maka selanjutnya angkat aki dari mobil dengan hati-hati untuk menghindari cairan di dalam aki tumpah ke luar.