Industri otomotif global terus menatap masa depan mobilitas dengan fokus pada elektrifikasi dan kendaraan otonom. Tren kendaraan listrik (EV) masih mendominasi pembicaraan, dengan berbagai model baru yang dinilai terbaik di 2026 dan semakin diminati konsumen. Selain itu, sejumlah pembuat mobil dan pembuat kebijakan juga mendorong percepatan teknologi mengemudi tanpa sopir agar bisa segera diadopsi secara luas di jalan umum.
Salah satu isu besar saat ini adalah dorongan dari para legislator AS bersama perusahaan seperti Waymo dan Tesla untuk mempercepat penerapan mobil tanpa sopir di negara tersebut. Pemerintah dan industri sama-sama mendorong pembaruan regulasi agar teknologi self-driving bisa lebih cepat mengisi jalanan dengan sistem yang aman dan efisien. Ini dipandang sebagai kunci utama menuju mobilitas masa depan yang lebih otomatis dan terhubung.
Di sisi lain, performa pabrikan EV besar juga menjadi sorotan. Negara-negara seperti Jerman mencatat pertumbuhan produksi mobil listrik yang signifikan dengan jutaan unit terproduksi โ memperkuat posisi mereka sebagai pemain penting dalam pasar EV global di samping China dan AS. Sementara itu, keputusan strategis seperti Tesla menghentikan produksi Model S dan X menandai pergeseran fokus perusahaan menuju robot, AI, dan kendaraan masa depan layaknya robotaxi serta teknologi robotik lainnya dari Elon Musk.
Paralel dengan perkembangan di negara maju, tren otomotif masa depan juga terlihat dari langkah pabrikan otomotif di berbagai pameran teknologi. Misalnya, di ajang otomotif seperti IIMS 2026, beberapa merek tercatat memperkenalkan model EV terbaru dan teknologi AI mobil masa depan yang semakin terhubung. Ini menunjukkan bahwa masa depan otomotif tidak hanya soal kendaraan listrik saja, tetapi juga integrasi teknologi AI, konektivitas tinggi, dan pengalaman berkendara yang lebih pintar โ sebuah gambaran bagaimana otomotif akan terus berevolusi ke depan.