Industri otomotif global dan nasional kembali ramai dengan kabar dari Jeep tahun ini. Produsen induknya, Stellantis, baru-baru ini memulai produksi generasi terbaru Jeep Compass di pabrik Melfi, Italia. Model baru ini dikabarkan tersedia dalam varian hybrid dan listrik penuh, bagian dari upaya Stellantis mengangkat kembali penjualan Jeep di pasar global.
Di Indonesia, Jeep makin agresif memperkuat lini produknya. Di ajang pameran otomotif 2025, Jeep menampilkan jajaran model ikonik seperti Jeep Wrangler Rubicon dan Jeep Gladiator — termasuk varian spesial seperti Jeep Wrangler ’41 Willys 4‑Door Edition yang diluncurkan terbatas, hanya enam unit tersedia di Indonesia. Wrangler Rubicon edisi terbaru ini mendapatkan predikat “Best All Rounder Car 2025” dari Carvaganza Editor’s Choice Award, berkat kombinasi ketangguhan off-road dan kenyamanan harian.
Namun tidak semua kabar menguntungkan. Jeep harus melakukan recall besar-besaran terhadap sejumlah model hybrid dan plug-in hybrid (PHEV), termasuk varian populer Wrangler 4xe dan Grand Cherokee, karena potensi masalah mesin atau baterai yang bisa menyebabkan kehilangan tenaga atau bahkan risiko kebakaran. Ini menjadi perhatian penting bagi pemilik dan calon pembeli, serta tantangan bagi reputasi Jeep di pasar SUV global.
Meski demikian, Jeep tidak berhenti berinovasi. Peluncuran model global baru, serta kombinasi lini kendaraan konvensional, hybrid, dan listrik menunjukkan bahwa Jeep berusaha menjaga warisan off-road legendaris sambil menyesuaikan diri dengan tren otomotif modern. Bagi penggemar SUV dan petualangan, perkembangan ini menarik disimak — namun konsumen juga harus tetap waspada terhadap update recall dan aspek keselamatan.