Perkembangan BMW di industri otomotif global terus menunjukkan langkah besar menuju masa depan, terutama dalam hal elektrifikasi dan digitalisasi kendaraan. Baru-baru ini, BMW telah mulai memproduksi model pre-series BMW i3 listrik di pabrik Munich sebagai persiapan produksi massal yang dijadwalkan berlangsung di paruh kedua tahun 2026. Model ini menjadi salah satu pilar strategi elektrifikasi BMW dan menandai komitmen kuat perusahaan dalam menghadirkan kendaraan listrik modern untuk pasar global.
Dalam pameran teknologi Consumer Electronics Show (CES) 2026, BMW memperkenalkan teknologi dan inovasi terbaru pada iX3 yang dibangun di atas arsitektur Neue Klasse. Teknologi ini mencakup BMW Intelligent Personal Assistant dengan integrasi Amazon Alexa+, sistem infotainment Panoramic iDrive, serta eDrive generasi keenam yang meningkatkan efisiensi, jangkauan, dan kapasitas pengisian cepat. Sistem ini bukan hanya fokus pada performa, tetapi juga pada pengalaman pengguna digital yang lebih cerdas.
Selain inovasi teknologi, BMW juga terlihat memperluas line-up model untuk 2026, termasuk rencana peluncuran SUV BMW X3 terbaru yang akan menjadi salah satu sorotan pasar otomotif global bersama model-model lain seperti X5 yang akan menerima wajah baru dan teknologi teranyar. Upaya ini menunjukkan BMW terus memperbarui portofolio produknya untuk bersaing di segmen kendaraan premium dan elektrifikasi secara simultan.
Di tengah ekspansi produk dan teknologi, BMW juga menerima perhatian dari konsumen dan pasar global terkait strategi komersial mereka. Misalnya, BMW mempertahankan pendekatan fitur berlangganan (Functions on Demand) untuk beberapa fitur digital pada kendaraan, meskipun sempat mendapatkan kritik dari konsumen tentang model bisnis tersebut. Langkah ini mencerminkan transisi otomotif modern yang semakin menggabungkan perangkat lunak dan layanan digital dalam pengalaman berkendara.
Kalau kamu ingin, aku bisa tambahkan prediksi tren BMW di 2026–2027 atau ringkasan fitur kunci model listrik terbaru, tinggal bilang aja! 🚗⚡